Tuesday, April 18, 2017

Tiga Sifat Dasar Utama Manusia

Manusia sebagai makhluk sosial tentunya memiliki sifat-sifat dasar utama yang dimiliki. Berdasarkan buku yang saya baca yaitu buku berjudul "Easy Peasey" yang ditulis oleh Allan Pease dan istrinya Barbara. Dengan memahami tiga sifat dasar ini, kita bisa lebih mudah dalam berinteraksi dan memahami orang-orang yang kita temui dalam hidup. Sepertinya saya terlalu panjang lebar menuliskan kata pengantar, langsung saja saya akan bagikan tiga sifat tersebut dalam tulisan ini.

Sifat Pertama
Pentingnya Merasa Dirinya Dipentingkan

Kebutuhan utama yang telah melekat pada sifat manusia adalah merasa diri penting, diakui, dan dihargai.
-Thomas Dewey

Merasa diri penting ternyata merupakan kebutuhan yang lebih besar dibandingkan kebutuhan-kebutuhan psikologis lainnya, misalnya rasa lapar. Begitulah kenyataanya,. Setelah makan, orang tidak lagi merasa lapar. Merasa diri penting bahkan lebih besar daripada kebutuhan untuk dicintai. Buktinya, begitu cinta didapatkan, maka kebutuhan itu terpuaskan. Merasa diri penting juga lebih besar dibandingkan kebutuhan akan rasa aman. Setelah merasa aman, maka keamanan bukan lagi hal yang diutamakan.
Merasa diri penting merupakan kebutuhan manusia paling kuat dan menetap. Inilah satu sifat yang membedakan kita dari binatang. Keinginan inilah yang membuat orang inginmemakai baju bermerek, memiliki mobil mewah, meraih gelar akademis, atau memiliki kebanggaan atas anak-anak mereka. Keinginan untuk diakui dan dihargai merupakan salah satu alasan utama mengapa anak-anak muda sebang bergabung dalam geng-geng atau perkumpulan pemuda. Bahkan hanya karena ingin dikenal, sebagian rela menjadi penjahat atau pembunuh.
Mengapa wanita memutuskan untuk bercerai kendati sudah lama menikah? Penelitian terhadap kehidupan perkawinan menunjukkan, alasan utama yang dikemukakan ternyata bukan karena wanita merasa dimanfaatkan, dilecehkan atau dijajah, melainkan karena merasa tidak dihargai. Keinginan untuk diakui, dianggap penting dan dihargai sangat kuat dalam diri manusia. Semakin Anda

Sifat Kedua
Orang Lebih Tertarik pada Dirinya Sendiri

Orang lebih tertarik kepada diri mereka sendiri daripada diri Anda.Oleh karena itu bicaralah lebih banyak tentang lawan bicara Anda.

Contohnya, Anda bisa berbicara tentang:

perasaan mereka,
keluarga mereka,
teman-teman mereka,
status mereka,
kebutuhan mereka,
pendapat merka,
kepemilikan mereka,

dan jangan pernah berbicara tentang Andasendiri dan apa yang Anda miliki, kecuali jika mereka menanyakannya.
Dengan kata lain, pada dasarnya orang hanya tertarik kepada diri mereka sendiri, dan apa saja yang dapat memberikan keuntungan bagi mereka. Jika Anda ingin sukses dalam menjalin hubungan baik dengan orang lain, Anda harus menggunakan pendekatan berdasarkan aturan tersebut di atas. Jadi, jika lawan bicara tidak bertanya siapa diri Anda dan apa yang Anda miliki, berarti merek tidak tertarik untuk mendengarnya. Oleh karenanya, Anda tidak perlu bersusah payah mengungkapkannya.

Sebagian orang merasa kecewa dengan prinsip dasar sifat manusia seperti ini, dan menganggap manusia sebagai makhluk egois yang suka mementingkan diri sendiri, Mereka berpendapat, jauh lebih ideal jika kita bersedia memberikan apa yang kita punyai kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan. Kebanyakan orang yang memberi dengan sepenuh hati - tanpa mendahulukan kepentingan dirinya - sangat memahami aturan dasar yang mengatakan bahwa "dengan cara tertentu dan pada saat tertentu, selain akan menerima kembali segala sesuatu yang pernah Anda berikan, Anda juga akan mendapatkan tambahan keuntungan." Memang benar, bahwa setiap tindakan yang kita lakukan dalam kehidupan lebih banyak didasari kepentingan pribadi. Bahkan sumbangan yang Anda berikan pada panti-panti sosial di daerah juga dimotivasi oleh kepentingan pribadi. Dengan menyumbang, Anda mendapat imbalan berupa perasaan menjadi orang yang murah hatidan dermawan. Imbalan seperti ini bahkan Anda rasakan walaupun Anda menyumbang secara anonim. Ibu Teresa mengabdikan seluruh hidupnya kepada orang lain demi mendapatkan pemenuhan karena Tuhan senang. Semua tindakan ini positif, bukan negatif.

Oleh karena itu, jika Anda melakukan sesuatu dengan harapan agar orang lain tidak mementingkan diri sendiri, Anda pasti akan merasa kecewa.

Anda tidak perlu merasa malu atau menyesali kenyataan ini. Sifat mementingkan diri sendiri merupakan naluri bertahan hidup yang sudah terekam dalam otak kita, serta merupakan sifat bawaan manusia sejak manusia diciptakan. Ini merupakan hal mendasar bagi manusia agar bisa bertahan. Dengan memahami bahwa manusia senang mementingkan dirinya sendiri, kita memiliki salah satu kunci sukses dalam menjalin hubungan baik antara manusia.

Sifat Ketiga
Hukum Alam Tentang Imbalan yang Seimbang

Memberikan sesuatu yang nilainya sama seperti yang kita terima dari orang lain merupakan desakan yang dengan sendirinya muncul dari alam bawah sadar manusia. Jika seseorang menyukai pemberian kita, ia akan membalasnya dengan memberikan atau melakukan sesuatu yang Anda sukai. Jika seseorang  menerima sebuah kartu ucapan dari seseorang padahal ia belum mengirimkan kartu kepadanya, ia pasti merasa berkewajiban untuk segera membalasnya.

Jika Anda berbuat baik kepada seseorang, biasanya ia akan menunggu kesempatan untuk bisa membalasnya. Jika Anda memberikan pujian kepada seseorang, ia bukan saja akan menyukai Anda, tetapi sekaligus berusaha membalas pujian Anda. Sebaliknya jika Anda menunjukkan sikap menjaga jarak atau menjauh, orang lain akan menganggap Anda sebagai pribadi yang tidak bersahabat. Akibatnya, mereka juga akan bersikap tidak bersahabat kepada Anda. Jika Anda menunjukkan penolakan, maka Anda akan dianggap sebagai pribadi yang kasar atau licik, dan akan meresponnya dengan cara yang sama. Jika Anda menyakiti hati mereka, mereka juga akan merasa perlu membalas perbuatan Anda. Sebaliknya, jika Anda menunjukkan sikap positif, maka cepat atau lambat Anda akan menerima balasan serupa. Jika Anda memberikan sesuatu yang negatif, balasan yang Anda dapatkan akan jauh lebih negatif daripada yang telah Anda berikan. Ini merupakan hukum alam dan jarang sekali meleset.

Jika ingin disukai, Anda harus berusaha memberikan kesan bahwa orang lain jauh lebih penting daripada Anda sendiri. Jika Anda menunjukkan sikap seolah Anda lebih baik, mereka akan merasa rendah diri atau iri. Ini merupakan hal yang sangat tidak produktif bagi terciptanya hubungan positif.

Bila di sebuah restoran seorang pelayan menghidangkan masakan yang sangat lezat, bila di sebuah toko seorang penjaga menanyakan kabar Anda, bila di sebuah bandara seorang palayan membereskan piring-piring kotor di meja Anda, sebaiknya Anda tersenyum kepada mereka dan mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kebaikan yang mereka berikan.

Jika Anda bisa memahami dan menerimaketiga aspek dasar ini, Anda akan takjub menyaksikan kekuatan Anda dalam mempengaruhi orang sekitar.


Demikianlah pembahasan mengenai tiga sifat dasar utama manusia, semoga bermanfaat dan semakin menambah oengetahuan kita. Wassalam....

Terimakasih.....



No comments:

Post a Comment

Jarak Benci dan Cinta

  " Orang yang dibenci menjadi orang yang sangat dicintai " merupakan Hal yang tak diharapkan ,namun sering terjadi. Sebuah ...